Susu SGM untuk Anak Kambing

Amankah susu SGM untuk anak kambing

Kambing adalah mamalia yang termasuk dalam kingdom Animalia, Filum Chordata, Famili Bovidae, Genus Capra aegagrus. Kambing memiliki nama latin Capra aegagrus hircus. Terdapat kurang lebih 300 jenis kambing di dunia. Kambing dipelihara untuk dimanfaatkan susu, daging, dan bulunya. Kambing berkembang biak dengan cara melahirkan dan menurut jenis makanannya kambing termasuk hewan herbivora atau hewan pemakan tumbuhan.

Setelah melahirkan anaknya, beberapa hal mungkin terjadi pada induk kambing. Bisa jadi induk kambing mati, induk kambing tidak mau menyusui anaknya, bisa juga induk kambing langsung dipisahkan dengan anaknya padahal anak kambing sangat membutuhkan susu dari induknya. Oleh karena itu manusia sering menggunakan susu SGM atau susu formula sebagai penggantinya. Namun amankah susu SGM untuk anak kambing?

Jenis Jenis Kambing

  1. Kambing Kacang

Jenis kambing kacang adalah jenis kambing yang memiliki badan yang kecil, telinga tegak, dan rambut lurus dan pendek. Baik jenis kelamin betina maupun jantan memiliki dua tanduk yang pendek di kepalanya. Jenis kambing kacang jantan bisa mencapai berat 25 kilogram dan kambing kacang betina bisa mencapai berat 20 kilogram. Jenis kambing ini adalah ras unggul yang pertama dikembangkan di Indonesia.

  1. Kambing Etawa

Jenis kambing etawa memiliki badan yang besar, dahi dan hidung yang cembung, telinga panjang terkulai ke bawah, dan memiliki tanduk yang pendek. Kambing etawa jantan bisa mencapai berat 91 kilogram dan kambing etawa betina bisa mencapai berat 63 kilogram. Kambing etawa berasal dari India dan memiliki nama lain kambing jamnapari.

  1. Kambing Peranakan Etawa

Jenis kambing peranakan etawa adalah kambing hasil kawin silang antara kambing kacang dan kambing etawa. Kambing peranakan etawa memiliki muka yang cembung, telinga panjang dan menggelambir, dan postur tubuh yang tinggi. Jenis kambing ini memiliki sebagian sifat kambing etawa dan sebagian sifat kambing kacang. Kambing ini merupakan kambing penghasil susu.

  1. Kambing Saanen

Jenis kambing saanen memiliki warna rambut putih atau krem pucat, dahi yang lebar, telinga tegak berukuran sedang, dan hidung dan telinga yang berwarna belang. Kambing saanen dimanfaatkan susu, bulu, dan dagingnya. Kambing saanen adalah kambing yang berasal dari daerah saanen, Swiss. Jenis kambing ini telah dikembangkan di Indonesia, namun kurang begitu diminati.

Amankah Susu SGM untuk Anak Kambing?

Susu SGM untuk Anak Kambing
Anak Kambing

Anak kambing yang baru lahir seharusnya diberikan susu dari induknya selama satu bulan. Jumlah susu yang dikonsumsi berbeda beda pada tiap kambing. Pada umur 7 hari susu yang diberikan sejumlah 500 mililiter. Saat umurnya 14 hari, jumlah bisa ditambah menjadi 800 mililiter dan kemudian bisa ditambahkan sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Pengganti Susu untuk Anak Kucing

Namun pada beberapa kasus, induk kambing tidak mau menyusui anaknya. Oleh karena itu peternak mengambil jalan keluar dengan memberikan susu SGM untuk anak kambing. Hal tersebut sepertinya perlu dipertimbangkan ulang. Susu SGM adalah susu formula yang dibuat khusus untuk manusia. Tentunya dengan kandungan gizi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh manusia, bukan kambing.

Memang susu SGM bersumber dari susu sapi yang memiliki kandungan nutrisi yang baik. Tapi tentu saja berbeda dengan kandungan nutrisi susu kambing. Anak kambing membutuhkan kandungan lemak, protein, dan vitamin yang lebih banyak dari kandungan yang ada dalam susu SGM. Namun jika satu satunya alternatif adalah dengan menggunakan susu SGM, perlu dilakukan beberapa hal sebelum memberikannya kepada anak kambing.

  1. Memastikan susu SGM dalam keadaan yang baik

Susu formula SGM adalah produk olahan pabrik yang memiliki tanggal kadaluarsa. Sebelum memberikan susu SGM untuk anak kambing, pastikan terlebih dahulu tanggal kadaluarsanya. Selain itu, Anda juga harus memperhatian bentuk butiran susu bubuknya. Susu yang baik adalah berbentuk bubuk dan tidak menggumpal. Jika sudah menggumpal, sebaiknya jangan diberikan untuk anak kambing.

  1. Melakukan uji coba

Sebelum memberikan terlalu banyak susu SGM pada anak kambing, terlebih dahulu lakukan uji coba. Buat sedikit susu formula SGM dan berikan pada anak kambing, lalu lihat apa reaksinya. Reaksi akan berbeda beda pada tiap anak kambing. Ada yang bisa menerima dengan baik, namun ada juga yang tidak cocok dengan susu SGM lalu mengalami diare. Jika hal ini terjadi, Anda harus memikirkan alternatif lain selain susu formula.

  1. Menambahkan sumber lemak

Susu formula SGM mengandung lemak yang sedikit. Padahal anak kambing membutuhkan kandungan lemak yang tinggi dalam susu. Oleh karena itu untuk menyiasatinya, Anda bisa menambahkan kandungan lemak dalam susu SGM. Hal ini bisa dilakukan dengan menambahkan minyak ikan ke dalam susu. Kandungan lemak dalam minyak ikan akan mampu mencukupi kebutuhan lemak untuk anak kambing.

  1. Menambahkan sumber protein

Susu formula SGM juga mengandung protein yang rendah dan kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan protein anak kambing. Anak kambing memerlukan kandungan protein yang lebih tinggi. Hal ini bisa diatasi dengan menambahkan sumber protein yaitu telur dengan susu SGM untuk anak kambing. Telur merupakan bahan yang kaya akan protein dan bisa mencukupi kebutuhan protein anak kambing.

  1. Menambahkan sumber vitamin

Kandungan vitamin dalam susu SGM juga masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak kambing. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin bagi anak kambing bisa dipenuhi dengan menambahkan premik. Premik adalah bahan campuran dari beberapa mineral dan vitamin yang dibuat khusus untuk hewan ternak. Premik bisa dicampur dengan makanan maupun susu.

  1. Menambahkan susu murni atau kolostrum

Pemberian susu SGM untuk anak kambing bisa dicampur atau dikombinasikan dengan menambahkan susu murni atau kolostrum. Susu murni ini bisa berasal dari susu sapi atau susu kambing. Tujuan penambahan susu murni ini adalah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dari anak kambing sehingga tidak perlu ditambahkan banyak tambahan sumber lemak dan protein.

  1. Tidak terlalu banyak membuat susu SGM

Susu formula SGM untuk anak kambing sebaiknya dibuat ketika akan diberikan saja. Jangan membuat stok banyak sekaligus lalu diberikan sedikit demi sedikit. Susu SGM atau susu formula akan mudah basi hanya dalam dua jam saja apabila tidak disimpan dengan baik. Selain itu, menyimpan susu formula bisa menyebabkan susu terkontaminasi oleh bakteri dan membuat anak kambing menjadi diare.

Hal hal tersebut harus Anda perhatikan jika ingin memberikan susu formula SGM untuk anak kambing. Selain itu, Anda bisa juga memberikan susu jolong untuk anak kambing. Susu jolong adalah susu pengganti untuk anak kambing. Cara membuat susu jolong adalah dengan mencampurkan susu sapi, susu bubuk, atau susu kambing dengan minyak ikan, telur ayam, dan gula pasir.

Susu jolong diberikan kepada anak kambing dengan dot atau botol susu bayi. Pemberiannya bisa 3 kali sehari. Pemberian susu dilakukan sampai umur anak kambing 2 bulan. Setelahnya, anak kambing bisa mulai diberikan makanan berupa konsentrat. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian susu SGM untuk anak kambing tidak disarankan, namun jika harus dilakukan maka harus ada penambahan nutrisi melalui minyak ikan, telur, dan premik.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*