Perbedaan Susu Cair Skim, UHT, Homogenisasi dan Pasteurisasi

Susu Skim, Susus UHT, Susu Homogenisasi, Susu Pasteurisasi

Mengenal  Susu Skim, Susu UHT, Susu Homogenisasi dan Susu Pasteurisasi

Apa perbedaan antara susu skim, susu UHT, susu homogenisasi dan susu pasteurisasi ? Sebagian dari kita mungkin belum mengetahui apa perbedaan susu skim, susu UHT, susu homogenisasi dan susu pasteurisasi ini. Susu itu baik dikonsumsi asal dimasak dengan benar dan sesuai prosedur. Meski mengandung nutrisi terbaik, sayangnya susu segar yang baru diperah tak dapat dikonsumsi secara langsung. Hal ini dikarenakan didalam susu segar itu dikhawatirkan mengandung bakteri patogen yang terkadang bisa masuk ke dalam tubuh anak. Disini saya akan menjelaskan satu persatu apa perbedaan diantara semuanya.

Baca Juga :  Khasiat Susu Ensure


Baca Juga :  Susu Kental Manis, Manfaat dan Bahayanya ?

1. SUSU SKIM

Susu Skim adalah susu tanpa lemak yang bubuk susunya dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air dan lemak yang terdapat dalam susu. Susu skim merupakan bagian dari susu yang krimnya diambil sebagian atau seluruhnya. Kandungan lemak pada susu skim kurang lebih 1%. Susu skim mengandung semua kandungan yang dimiliki susu pada umumnya kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak.

Susu skim dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar susu atau keju tanpa lemak sehingga dapat berguna untuk menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh.

Susu pada umumnya setelah dipasteurisasi akan mengalami homogenisasi kembali antara komponen-komponen lemak dan protein yang tadinya terpisah. Homogenisasi bertujuan agar susu memiliki tekstur yang stabil. Namun pada susu skim, lemak akan dikurangi. Oleh karena itu membuat susu skim hampir tidak mungkin dilakukan secara sederhana karena susu akan secara otomatis terhomogenisasi. Menurut para ahli susu skim bagus dikonsumsi binaragawan untuk menambah massa otot.

2. SUSU UHT

Ultra high temperature atau lebih dikenal Susu UHT adalah metode pengawetan minuman, kebanyakan digunakan pada susu. Ini adalah sebuah alternatif untuk pasteurisasi . Susu UHT. Susu yang mengalami pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi dari pasteurisasi (di atas 100 C) dengan waktu yang lebih sedikit. Semakin tinggi suhu pemanasan, semakin cepat waktu pemanasan. Rasanya tidak segurih susu pasteuriasi. Sumber yang saya baca menyebutkan 135 -155 C selama 1-2 detik. Ada juga yang menyebutkan 137 C selama 0,5 detik.

Ada anggapan bahwa susu UHT lebih baik daripada susu bubuk meskipun hal ini sebenarnya tidak tepat. Susu bubuk sendiri berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Secara umum, susu bubuk mengandung nutrisi yang sama dengan susu segar sebagai contoh kandungan protein dan kalsiumnya yang setara dengan susu segar. Namun, kandungan beberapa jenis vitamin (seperti vitamin B dan C) pada susu bubuk memang lebih rendah. Akan tetapi hal ini bukan masalah karena proses fortifikasi vitamin dan mineral biasa dilakukan guna menjamin kelengkapan nutrisi pada produk akhir susu bubuk. Susu bubuk juga memiliki keunggulan dalam hal umur simpan yang panjang (hingga 1 tahun jika kondisi penyimpanan baik) dan lebih mudah ditransportasikan.

Kelebihan susu UHT dibandingkan yang lain adalah:

  • susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet,
  • memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi segar,
  • sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan kulkas
  • mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal
  • aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab penyakit,

Kelemahan dari susu UHT adalah berubahnya rasa. Ada orang yang menyukai rasa susu mentah, dan itu tidak didapatkan pada susu UHT. Selain itu, walau ada klaim yang menyatakan bahwa manfaat dan kandungan susu berubah dengan pemanasan, klaim ini diragukan oleh beberapa kalangan

Baca Juga :  Khasiat Susu Kedelai untuk Tubuh

3. SUSU HOMOGENISASI

Susu Homogenisasi adalah  Susu yang mengalami proses homogen yang bertujuan menyebar percikan lemak susu (globula) merata pada cairan dan juga menyeragamkan bentuk globulanya. Susu ini rasanya gurih. Biasanya dikombinasikan dengan proses pasteurisasi. Proses homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula-globula lemak susu.

Apabila setelah proses homogenisasi dilakukan penyimpanan pada suhu 10-15 °C selama 48 jam tidak akan terjadi pemisahan krim pada susu. Didalam susu yang belum dihomogenisasi, globula-globula lemak ini besarnya tidak seragam yaitu antara 2-10 mikrometer. Alat untuk menyeragamkan globula-globula lemak tersebut disebut homogenizer. Ketidakhomogenan didalam pembuatan produk-produk olahan susu tertentu, salah satu misalnya es krim, karena hasilnya tidak akan terasa halus, tetapi kerugian susu homogen adalah mudah mengalami creaming yaitu memisahnya kepala susu (krim) dibagian atas terpisah dari serum yang terletak dibagian bawah. Homogenisasi dapat meningkatkan viscositas (viscosity) + 10 %.

Baca Juga :  Cara Membuat Susu Kedelai Untuk Dijual

Tahapan proses homogenisasi dapat dilakukan dengan:

1.  Single stage homogenization, digunakan untuk homogenisasi:
– Produk dengan kandungan lemak rendah
– Produk yang memerlukan homogenisasi berat (heavy)
– Produk yang memerlukan viscositas tinggi

2.  Two stage homogenization, digunakan untuk:
– Produk dengan kandungan lemak tinggi
– Produk dengan kandungan bahan kering (konsentrasi susu) tinggi
– Produk dengan viscositas rendah.

Susu Cair Skim, UHT, Homogenisasi dan Pasteurisasi

Homogenized milk tentunya juga dipasteurisasi, namun tidak dalam suhu setinggi susu UHT. Setelah pasteurisasi, proses dilanjutkan dengan homogenisasi yaitu proses penghancuran lemak susu menjadi ukuran sangat kecil sehingga susu menjadi homogen.

Tanpa homogenisasi, maka akan terbentuk lapisan lemak semacam krim di bagian atas susu. Kelemahan dari homogenized milk ini adalah beberapa orang khawatir dengan dipecahnya lemak menjadi bagian yang sangat kecil maka lemak akan jauh lebih mudah untuk diserap oleh tubuh.

Sebenarnya mungkin juga menemukan susu yang dipasteurisasi dalam suhu biasa namun tidak dihomogenisasi yang berarti akan ada lapisan krim di atasnya. Mungkin juga menemukan susu yang dihomogenisasi tanpa dipasteurisasi yang berarti masih ada banyak jenis bakteri di dalamnya. Semua itu bergantung kalian. Timbang baik buruknya ya.

Baca Juga :  Mengenal Khasiat dan Manfaat Susu Soya, Susu Kedelai Pengganti Susu Sapi

4. SUSU PASTEURISASI

Susu Pasteurisasi adalah Susu yang telah mengalami proses pemanasan hingga suhu tertentu selama waktu tertentu. Rasa susunya juga gurih. Sumber yang saya baca menuliskan 62 – 65 C selama 20 menit (Long Temperature Long Time) atau 85 – 95 C selama 1 – 2 menit (High Temperature Short Time).

Produk olahan ini adalah susu yang telah mengalami proses pasteurisasi. Proses pasteurisaai adalah proses pemanasan setiap komponen (partikel) dalam susu pada suhu 62 derajat Celcius selama 30 menit, atau pemanasan pada suhu 72 derajat Celcius selama 15 detik, yang segera diikuti dengan proses pendinginan.

Hampir semua produk susu yang dijual di pasaran telah melewati proses pasteurisasi menggunakan gamma irradiation. Pada prosesnya, pasteurisasi tidak hanya diharapkan bisa menghancurkan mikroorganisme patogen yang terkandung pada susu mentah, seperti Coxiella burnetii atau Mycobacterium bovis, tetapi juga meningkatkan kualitas susu serta menghancurkan enzim-enzim pada susu yang tidak diinginkan.

Ada 2 macam cara pasteurisasi yaitu:
1. Pasteurisasi lama (LTLT= Low Temperature Long Time) dengan suhu 62 – 65 derajat Celcius selama 30 menit.
2. Pasteurisasi sekejap (HTST= High Temperature Short Time) dengan suhu 85 – 95 derajat Celcius selama 1-2 menit

Susu Cair Skim, UHT, Homogenisasi dan Pasteurisasi

Efek pasteurisasi terhadap perubahan komponen-komponen dalam susu antara lain:

  • Rusaknya kandungan vitamin A, C, B6 dan B12 pada susu
  • proses pasteurisasi mengubah gula susu (laktosa) menjadi beta-laktosa
  • hilangnya sebagian kandungan kalsium dan fosfor dalam susu, dan
  • rusaknya 20% kandungan iodin dalam susu

Baca Juga :  Cara Menggemukan Badan Dengan Susu

Perubahan-perubahan yang terjadi pada komponen-komponen dalam susu berbanding lurus dengan kenaikan temperatur pemanasan dan lama waktu pemanasan. Oleh karena itu, lebih baik jika kita mengurangi konsumsi susu pasteurisasi dalam kemasan dan mulai mengonsumsi susu segar (raw milk). Namun, Anda tetap perlu memerhatikan pula konsumsi raw milk Anda, dan selalu pastikan agar tidak ada kandungan bakteri merugikan di dalamnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*