Mengenal Khasiat dan Manfaat Susu Soya, Susu Kedelai Pengganti Susu Sapi

susu soya

Susu Soya, Susu Kedelai

Apa itu susu soya ? Apa saja manfaatnya ? Apakah susu soya boleh buat bayi dan balita ? Semua orang dari berbagai usia mungkin pernah meminumnya.  Namun, mungkin pertanyaan ini bakal sering muncul dari sebagian ibu-ibu yang baru memiliki anak seperti mamud (mama muda) yang belum begitu mengenal susu ini. Susu soya adalah susu pengganti susu sapi yang terbuat dari kedelai

Kandungan Nutrisi Susu Soya

Saya akan menjelaskan terlebih dahulu kandungan nutrisi yang terdapat didalam susu soya. Seperti yang kita ketahui, susu soya atau susu kedelai merupakan salah satu olahan dari kacang soya (soybean) atau kacang kedelai yang memiliki nilai gizi tinggi. Susu ini sedang banyak diperbincangkan saat ini, terutama di antara orang yang vegetarian. Kandungan kalsium yang terdapat di dalam susu soya atau susu kedelai memang masih kurang diketahui. Meskipun begitu, susu ini memiliki berbagai khasiat dan manfaat yang baik untuk tubuh kita.

Susu kedelai diketahui mengandung 7 gram protein serta 9 asam amino yang penting bagi tubuh. Protein dalam susu kedelai sangat baik untuk proses pertumbuhan anak, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bukan hanya merupakan sumber protein lengkap, susu kedelai juga mengandung vitamin dan mineral penting bagi tubuh manusia, termasuk kalsium untuk memperkuat tulang, zat besi, riboflavin dan vitamin B1. Dalam satu cangkir (240 ml) susu soya tanpa pemanis setidaknya terkandung 7 gram protein, 4 gram lemak, 4 gram karbohidrat, dan 80-100 kalori. Keuntungan dari mengkonsumsi susu kedelai antara lain mengurangi risiko kolesterol, kanker dan obesitas. Selain itu, susu kedelai juga meningkatkan kesehatan jantung serta menurunkan masalah yang dialami setelah menopause. Susu kedelai memiliki sumber energi, protein, gula, serat, dan lemak yang baik. Termasuk di dalamnya terkandung berbagai mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

Baca Juga :  Manfaat susu kedelai

Susu Soya untuk Anak Bayi 

susu kedelai untuk bayi
Susu Kedelai untuk Bayi

Meski bernutrisi memiliki banyak khasiat dan manfaat, susu ini tak bisa diminum oleh semua orang, misalnya pada bayi. Ahli kesehatan menyarankan agar tidak memberikan susu soya untuk bayi, terutama jika Si Kecil terlahir prematur atau berusia kurang dari enam bulan. Mengapa? Karena bayi umur 1-6 bulan sebaiknya diberikan air susu ibu (ASI). ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh sehat dan berkembang.

Memberikan susu soya untuk bayi di bawah enam bulan juga ditakutkan akan meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi kedelai dalam tubuhnya. Belum lagi kandungan bahan tambahan dalam susu soya yang dianggap tidak baik untuk bayi, seperti gula. Jika susu formula biasa mengandung jenis gula laktosa, maka susu soya biasanya berisi glukosa. Glukosa ini dapat merusak gigi bayi dan anak kecil.

Bolehkah Memberi Susu Soya pada Anak ?

Apabila anak didiagnosis oleh dokter mengalami intoleransi terhadap laktosa atau alergi protein susu sapi (Kenali Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa) seringkali diresepkan formula soya atau kedelai. Hal ini dikarenakan formula soya mengandung berbagai zat gizi yang dapat mendukung kebutuhan si Kecil yang intoleran terhadap laktosa susu sapi. Namun, keamanan formula soya bagi anak masih menjadi perdebatan, dan Ibu perlu mengetahui lebih lanjut mengenai formula soya untuk menghindarkan keraguan apabila anak butuh untuk mengonsumsinya.

Formula soya adalah formula yang terbuat dari isolat protein kedelai dan bahan-bahan lainnya yang telah difortifikasi sesuai kebutuhan si Kecil. Formula ini juga dapat digunakan sebagai suplemen ataupun subsitusi susu sapi (Panduan Awal Seputar Alergi Susu Sapi).

Jika ingin membeli susu soya untuk bayi, pilih yang terbuat dari kedelai utuh (whole). Bukan yang rendah lemak (low-fat) atau tanpa lemak (nonfat). Untuk anak di bawah 2 tahun, lemak sangat penting untuk berkembangan otaknya. Pastikan juga jika susu soya tersebut diperkaya dengan vitamin A, vitamin D dan kalsium.

Apabila anak minum susu soya, disarankan untuk meningkatkan asupan kalsiumnya. Susu soya mengandung zat alami phytate yang mampu mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan mineral lainnya.

Baca Juga :  Manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui

Formula Soya Menjadi Sorotan


susu soya kedelai
Susu Soya Kedelai

Perdebatan mengenai keamanan formula soya untuk anak datang dari kandungan yang cukup mengkhawatirkan apabila dikonsumsi oleh bayi, salah satunya adalah zat gizi yang dikenal dengan nama isoflavon. Zat gizi ini sebenarnya merupakan komponen alami dalam kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang polong.

Efek Susu Soya Pada Bayi dan Balita 

Makanan bayi sesungguhnya terdiri dari 100% susu dan/atau formula soya, sehingga bayi akan cenderung lebih banyak terpapar dengan fitoestrogen dibandingkan batita dan dewasa. Selain itu, bayi dalam masa tumbuh kembangnya sensitif terhadap fitoestrogen, sehingga mereka lebih rentan mengalami efek dari estrogen, misalnya gangguan pubertas dan perkembangan payudara. Formula soya masih dapat menyebabkan alergi pada 10-20% bayi, dengan proporsi sekitar 25% pada bayi usia kurang dari 6 bulan, dan 5% pada bayi usia lebih dari 6 bulan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2014 telah mengeluarkan rekomendasi formula soya untuk anak dengan alergi susu sapi (Nutrisi Tepat untuk anak dengan Alergi Susu Sapi). Formula yang digunakan dibuat khusus untuk anak dan tidak boleh menggunakan soya murni atau soya yang dibuat untuk orang dewasa karena kandungan nutrisinya tidak sesuai untuk anak.

Perlu diingat bahwa sekitar 10-14% anak yang alergi susu sapi juga alergi terhadap kedelai. Susu soya boleh diberikan sebagai alternatif apabila anak atau bayi alergi terhadap laktosa atau susu formula  yang terbuat dari susu sapi. Jadi sebelum memberikan susu soya untuk bayi atau anak, pastikan Anda berdiskusi terlebih dahulu pada dokter anak.

 

Semoga bermanfaat

Jangan Lupa  Share yaaa  ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*