Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Menyusui

manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui

Salah satu asupan makanan yang baik bagi sang ibu ialah susu kedelai. Manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui yang terpenting ialah menyediakan sumber vitamin dan gizi yang baik untuk sang ibu dan bayi. Kekurangan nutrisi akan menyebabkan ibu mudah lelah dan mudah sakit. Sementara bagi bayi, akibatnya cukup fatal seperti stunting atau pertumbuhannya yang lambat dari usia seharusnya.

Baca Juga : Susu Formula Bayi yang Rasa dan kandungannya Mendekati ASI

Bagi bayi yang baru lahir, satu-satunya asupan yang tepat bagi mereka aalah air susu, terutama air susu ibu. Di awal-awal pertumbuhannya, bayi membutuhkan sumber gizi terbaik agar tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal. Bila sang ibu memberikan ASI, maka sang bayi memerlukan kebutuhan nutrisi harian yang cukup melalui air susu sang ibu.

Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Menyusui

  1. Menyediakan Karbohidrat yang Diubah Menjadi Energi

Secara umum, ibu yang sedang menyusui harus mendengarkan ritme tubuhnya; kapan saat lapar dan haus. Karena, saat menyusui sang ibu akan mudah merasa lapar apalagi jika bayi mengonsumsi ASI dalam jumlah yang banyak. Ibu menyusui membutuhkan sekitar 1800-2200 kalori per harinya, bahkan lebih. Jika kalori per hari hanya 1500, maka suplai air susu akan berkurang.

Dalam jumlah sajian sebanyak 1 gelas susu kedelai, terdapat jumlah karbohirat sebanyak 8.5 gram. Karbohidrat merupakan sumber zat yang akan diolah tubuh menjadi energi. Umumnya, seseorang membutuhkan asupan karbohidrat sebanyak 300 gram.

Sementara kalori untuk ibu menyusui harus berjumlah 300-500 lebih banyak daripada kondisi saat tidak hamil. Jumlah kalori seperti itu sama dengan menambah camilan sehat satu hingga dua macam dengan masing-masing satu porsi sajian. Baik karbohidrat dan kalori, keduanya dibutuhkan agar ibu tidak mudah lesu karena sebagian nutrisinya diberikan kepada bayi melalui ASI.

  1. Sebagai sumber cairan bernutrisi bagi ibu

Menurut sebuah penelitian oleh Institute of Medicine, jumlah cairan yang dibutuhkan bagi ibu yang menyusui berkisar 13 gelas atau 3 liter per harinya. Jumlah tersebut berada di atas konsumsi harian orang biasa yang hanya sekitar 2 liter atau 8 gelas air. Ibu menyusui akan mudah dehidrasi karena cairan dalam tubuhnya diberikan pada bayi yang disusuinya.

Ciri-ciri seorang iu yang sedang menyusui terkena dehidrasi adalah merasa lemas, air urin yang warnanya coklat dan baunya lebih kuat dari biasanya, dan juga terkena konstipasi. Meski mengonsumsi air lebih banyak tidak memiliki dampak terhadap jumlah ASI, namun cairan tetap dibutuhkan agar aktivitas pemberian ASI berlangsung dengan optimal.

Jumlah tersebut tidak harus berupa air mineral saja. Alangkah baiknya, sang ibu mengonsumsi minuman seperti susu kedelai di lar 8 gelas air mineral sebagai tambahannya. Susu kedelai bisa menjadi minuman yang menyehatkan karena kandungan berbagai nutrisi di dalamnya. Sang ibu juga tidak akan merasa kembung karena setidaknya, susu kedelai memiliki rasa ketimbang air mineral.

  1. Menjaga fungsi organ tubuh

Ibu yang sedang menyusui membutuhkan sekitar 71 gram protein setiap hari, berdasarkan penelitian di Universitas Ohio. Protein akan berfungsi sebagai zat yang memelihara fungsi organ tubuh agar tetap optimal, juga sebagai protein yang nantinya akan menjadi kandungan ASI. Bayi membutuhkan protein dalam jumlah banyak yang berasal dari ASI karena akan mempengaruhi perkembangannya.

Protein dalam segelas susu kedelai berjumlah sekitar 5 gram atau 10 persen dari jumlah kebutuhan harian sang ibu. Meski begitu, jumlah kebutuhan harian ibu tidaklah sama tergantung dengan usia dan berat badannya. Jika sang ibu adalah seorang vegetarian, maka susu kedelai bisa menjadi asupan protein untuk menggantikan porsi konsumsi daging-dagingan.

  1. Asupan untuk tulang sehat bagi bayi

Bayi membutuhkan vitamin D dan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya. Vitamin D bisa berasal dari paparan sinar matahari saat pagi hari dan juga dari air susu ibu. Vitamin D beperan penting dalam proses mineralisasi tulang agar tulang menjadi keras dan berfungsi membantu penyerapan dua mineral penting yatu kalsium dan magnesium.

Jumlah asupan vitamin D selain baik bagi kekebalan tubuh bayi, juga bisa sebagai sel sistem imun bagi sang ibu. Vitamin D terdapat pada beberapa ragam makanan, salah satu diantaranya adalah susu kedelai. Manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui adalah menambah kandungan zat vitamin D pada ASI terutama jika bayi kurang paparan sinar matahari, seperti iklim tempat tinggal atau cuaca.

Secara umum, vitamin D bisa diproduksi secara alami oleh tubuh setelah terkena paparan sinar matahari. Namun, jumlahnya tak bisa memenuhi kebutuhan bagi ibu menyusui untuk diberikan kepada bayinya melalui ASI. Dalam segelas susu kedelai terdapat 20 persen jumlah vitamin D dari kebutuhan harian ibu menyusui sehingga bisa memenuhi asupan per harinya.

  1. Sumber lemak sehat

Meski seringkali lemak ditakutkan oleh banyak orang, namun lemak juga menjadi salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh terutama ibu yang sedang menyusui. Lemak berupa omega-3 adalah nutrisi penting bagi perkembangan bayi dan membantu pertumbuhannya. Ibu menyusui membutuhkan lemak omega 3 sebesar 1.3 gram per harinya atau setara dengan 2 porsi ikan per minggu.

Jika sang ibu adalah seorang vegan, sebaiknya ibu mengganti konsumsi ikan atau daging menggunakan susu kedelai. Dalam segelas susu, terdapat kandungan omega 3 sebesar 1.9 gram. Jadi, hanya dengan meminum susu kedelai segelas saja, ibu sudah menutupi kebutuhan lemak omega 3 yang diteruskan ke ASI untuk bayi.

Yang pasti, sumber lemak yang harus dipilih adalah lemak yang sehat. Manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui adalah menyediakan kandungan nutrisi lemak yang non-kolesterol. Jadi, sang ibu tak perlu khawatir dengan kolesterol LDL yang akan mengancam kesehatan dan menyebabkan obesitas. Lemak ini juga bisa mengontrol kadar gula darah sang ibu.

  1. Meningkatkan fungsi kognitif bagi bayi

Zat besi adalah bagian dari hemoglobin dalam darah. Selama kehamilan maupun menyusui, zat besi dibutuhkan untuk perkembangan bayi, transport oksigen, menghidupkan fungsi otot dan juga perkembangan sel bagi bayi. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi menjadi wajib bagi ibu yang sedang menyusui sebagai suplai penting untuk mencegah defisiensi di usia hingga 6 bulan.

Kebutuhan zat besi bisa diapatkan melalui konsumsi susu kedelai. Terdapat kansungan zat besi di dalam segelas susu kedelai dengan jumlah sekitar 1 mg, yang setara dengan 14 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Bagi ibu menyusui, kebutuhan zat besi tergantung usia. Pada usia produktif, rata-rata kebutuhan zat besi harian sekitar 7 mg.

Tidak hanya untuk bagi, manfaat susu kedelai untuk ibu menyusui juga cukup banyak. Fungsi utama bagi sang ibu adalah untuk mencegah kelelahan, mudah kedinginan dan juga sakit-sakitan selama periode pemberian ASI. Ketika zat besi pada ASI cukup, maka bayi akan memperoleh kulit yang sehat, tidak mudah iritasi, nafsu makan tinggi, dan fungsi kognitifnya berkembang baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*