Fortifikasi Susu Pateurisasi

fortifikasi susu

Susu Pasteurisasi Yang Telah Difortifikasi

Fortifikasi adalah proses penambahan mikronutrien (vitamin dan unsur renik esensial) pada makanan. Susu yang telah difortifikasi tentu akan menambah gizi lebih pada kandungan susu seperti vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk menguatkan tulang. Selain itu tujuan fortifikasi digunakan untuk mempertahankan dan memperbaiki sebagian kecil gizi atau nutrisi yang hilang karena pemanasan.

Sebagai konsumen cerdas, membaca tabel nutrisi tentu jadi kebiasaan Anda. Berbagai produk pangan kerap dilabeli fortifikasi, misalnya pada kemasan susu terdapat fortifikasi kalsium. Apa maksudnya? Yuk, pelajari lebih lanjut apa itu fortifikasi kalsium dan dapatkan manfaat optimal dari susu berkalsium.

  • Penambahan gizi

Secara singkat fortifikasi adalah penambahan nutrisi pada bahan pangan. Meski sudah bernutrisi, susu tetap dirancang sedemikian rupa agar sarat gizi tertentu, di antaranya kalsium, vitamin, dan mineral yang menjadi gizi penting dalam tahap tumbuh kembang dan pembentukan jaringan otak.

  • Mengganti zat gizi yang rusak

Bukannya kalsium sudah terkandung dalam susu sejak awal, buat apa fortifikasi lagi? Sayangnya, proses pengolahan seperti pemanasan susu dapat merusak zat gizi di dalamnya, termasuk kalsium. Maka penambahan zat tertentu diperlukan untuk menggantikan yang hilang. Lagi pula fortifikasi masuk dalam tahapan penting untuk mendapatkan susu yang berkualitas.

  • Untuk tulang sehat dan daya tahan tubuh kuat

Ketika difortifikasi, susu otomatis mengandung tambahan kalsium, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan memelihara daya tahan tubuh. Penelitian dari University College Cork di Irlandia menyebutkan seseorang yang mengonsumsi susu yang sudah difortifikasi, cenderung dapat memenuhi asupan gizi harian dengan baik.

Tetap dukung kebutuhan kalsium harian Anda dan keluarga dengan Susu Siap Minum Frisian Flag yang mengandung rangkaian zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak) dan zat gizi mikro (multivitamin dan mineral). Susu Siap Minum Frisian Flag tersedia dalam varian rasa Full Cream, Sweet Delight, Flavour Milk (Coconut Delight, Swiss Chocolate, Strawberry dan Mung Bean), dan Low Fat (French Vanilla, Chocolate, Strawberry, Plain). Jadikan Susu Siap Minum Frisian Flag sebagai bagian dari pola hidup sehat keluarga Anda.

Apa Itu Susu Formula Fortifikasi ?

Untuk beberapa alasan, ada sebagian ibu yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Entah karena  produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan, hingga ibu mempunyai penyakit menular seperti HIV.

Oleh sebab itu, memberikan susu formula kepada bayi menjadi alternatif. Pada dasarnya, sebagian besar susu formula terbuat dari susu sapi. Susu sapi memiliki kandungan protein dan al yang tinggi dan kurang sesuai dengan kondisi fisiologis bayi. Kenyataannya, susu sapi memang untuk sapi, sehingga bila akan dikonsumsi oleh manusia, harus ada penyesuaian komposisi, agar aman dikonsumsi.

Di sinilah fortifikasi pangan berperan. Fortifikasi pangan adalah proses dimana zat gizi makro dan zat gizi mikro ditambahkan kepada pangan yang dikonsumsi secara umum. Tujuan adanya fortifikasi pangan ini adalah, untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas gizi.

Demikian halnya yang terjadi pada susu formula untuk bayi. Susu formula harus dibuat sedemikian rupa sehingga komposisi kandungan zat gizinya paling tidak, mendekati yang dikandung ASI, termasuk asam linolenat, asam linoleat, DHA dan AA sebagai tambahannya.

Selain susu formula dari susu sapi, produsen susu belakangan ini juga membuat susu formula yang dibuat dari bahan dasar kedelai. Umumnya, khusus diperuntukkan bagi anak yang tidak tahan terhadap laktosa atau protein susu sapi. Jika setelah diberikan, anak tetap tidak tahan terhadap susu kedelai,  susu formula predigest atau susu yang kandungan proteinnya telah dihidrolisa sebagian atau seluruhnya, dapat jadi pilihan.

fortifikasi susu

Fortifikasi Susu Vitamin A

Fortifikasi (penambahan zat gizi) vitamin A pada pangan merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan vitamin A. Dengan fortifikasi kandungan vitamin A suatu makanan bisa lebih tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan seseorang. Tetapi, baru sebagian kecil pangan yang difortifikasi vitamin A. Pasalnya, fortifikasi belum merupakan hal yang wajib dilakukan para produsen pangan. Hal itu mengemuka dalam seminar tentang vitamin A yang diselenggarakan Helen Keller International (HKI), Selasa (29/7) di Jakarta.

Menurut Siti Halati yang menjabat sebagai Manajer Operasional Lapangan HKI, banyak pangan berupa sayur dan buah yang kaya vitamin A. Tetapi, lanjutnya, cukup banyak pula anak Indonesia yang kekurangan vitamin A. Misalnya saja survei tahun 1992 pada anak-anak Indonesia ditemukan 10 juta anak tidak mendapatkan kebutuhan vitamin A yang cukup dari makanan sehari-hari.

Kekurangan tersebut, katanya, bisa disebabkan seorang anak kesulitan mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang banyak, kurangnya pengetahuan orangtua tentang peran vitamin A dan kemiskinan. Sedangkan untuk mendapatkan pangan yang difortifikasi tidak hal yang mudah bagi penduduk yang miskin. Karena, harga pangan yang difortifikasi lebih mahal daripada pangan yang tidak difortifikasi. Beberapa makanan yang difortifikasi adalah mi instan, susu, kentang goreng serta berbagai jajanan.

“Untuk mengetahui ada tidaknya vitamin A bisa dilihat dari komposisi makanan yang biasa dicantumkan pada label kemasan. Di sana dicantumkan kadarnya. Walaupun tidak semua pangan yang difortifikasi, kadar vitamin A nya tinggi,”katanya. Pada kesempatan itu Direktur Program Vitamin A JKI Amy L Rice PhD menjelaskan, penelitian di Aceh memperlihatkan pencegahan kekurangan vitamin A mengurangi kematian anak sampai 25 persen di daerah yang kekurangan vitamin A.

Menurutnya, kekurangan vitamin A bisa diperbaiki tanpa mengenal batas umur. Asalkan kekurangan tersebut tidak terlalu parah. Vitamin A membantu pertumbuhan sel di bagian luar mata dan membantu mata untuk melihat yang terang dan gelap. Pada orang yang kurang jelas (memakai kaca mata), konsumsi vitamin A tidak bisa membantu. Vitamin A membantu penglihatan yang rabun senja. Siti Halati menambahkan, vitamin A banyak terdapat pada pepaya, labu, wortel, daung singkong, ubi jalar merah, daging ayam, hati, telur. Sedangkan pangan yang rendah vitamin A antara lain ikan, susu, jagung, terung, buncis, pisang, semangka, apel, alpukat, belimbing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*